Mengeluh Apakah Bisa buat kita Sukses?
Manusia pasti sering melakukan hal ini karena pada dasarnya manusia pasti dan pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Kita sering mengeluh karena kita selalu membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Itu point kesalahannya. Kita boleh saja mengeluh tapi sebagai motivasi diri untuk makin maju, bukannya makin terpuruk begitu, jangan menyesal pernah gagal, dan jangan pernah menyesal pula mengeluh.
Ngeluh, ngeluh dan ngeluh, Sedikit saya ceritakan Sebuah kisah real dalam kehidupan saya ketika 2018 saya lulus SMA, dan ketika itu rekan-rekan saya banyak yang sudah lulus Snmptn di kampus impiannya, masuk akpol dan masih banyak yang lainnya, sedangkan saya masih lontak lantung kesana kemasi tak jelas, sebelum ke topik, saya jelaskan diri saya terlebih dulu, saya menempuh pendidikan menengah atas di salah satu sekolah negeri di sudut Kota Bandar Lampung tepatnya di MAN 1 Bandar Lampung di Jurusan Bahasa, Saya seorang siswa yang bisa dibilang tidak pintar tidak juga bodoh, standarlah ya seperti siswa-siswa pada umumnya hehe, maka dengan itu dikelas 12 atau Kelas 3 , saya mengikuti bimbel diluar sekolah, karena saya merasa diri saya tidak pintar, sudah jutaan rupiah uang yang saya habiskan untuk itu, agar apa? Supaya nantinya saya bisa lulus di Kampus dan jurusan yang saya inginkan. Namun kenyataannya apa? Saya gagal mendapatkannya waktu ujian Sbmptn, karena ekspetasi saya terlalu tinggi, ketika itu saya mengimpikan kuliah dikota semarang tepatnya di Universitas Diponogoro dengan mengambil Jurusan Psikologi dan juga Ilmu komunikasi ya tentu saja peminat dikampus itu dan terkhususnya jurusan yang saya ingin dapatkan begitu banyak peminatnya, saya mungkin 1 dari sekian banyak calon mahasiswa yang gagal dalam mendapatkan kampus yang di inginkan, tapi tak mengapa,its oke, enjoy aja yekan hehe. Saya memang ingin sekali mengejar kuliah diluar Lampung, "pokoknya harus di luar Lampung dengan jurusan yang saya inginkan walau pun swasta sekali pun" kata-kata itu yang selalu tersimpan dalam fikiran saya, karena menurut saya pendidikan dipulau jawa pasti bagus, dalam artian bukan di Lampung tidak bagus, bukan begitu maksudnya, Lampung bagus, tapi poin utamanya karena saya ingin mencari pengalaman diluar sana, supaya bisa menemukan sanak saudara dan kebarabat baru lainnya, Karena Pengalaman Mahal Harganya tidak bisa di ganti dengan uang sekalipun. dan jujur bisa dibilang saya sudah hampir bosen di Lampung mulu, hampir separuh hidup saya sudah saya habiskan disini, bosen disini dalam artian sudah dikatakan tadi bahwasanya saya ingin cari ilmu dan pengalaman lain diluar sana dan tentunya ingin balik lagi dong kekampung halaman untuk mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan dari tanah rantau dan mengembangkannya di tanah kelahiran saya supaya lebih maju dan jaya lagi. Beribu kesal menghampiri, sedih, batin tertekan, lantaran melihat rekan-rekan seperjuangan sudah pada dapat apa yang mereka impikan. Sudah masuk univ yang mereka dambakan, masuk akpol, akmil, dan lain sebagainya, Sedangkan saya? Kemana pun Tidak jelas, uang habis tak berbekas Hehe.
"yaaa nama juga hidup yaa" itu kata-kata yang sering saya lontarkan ketika di tanya teman-teman saya lainnya pada saat pengumuman, walau pun jawaban itu tidak nyambung dengan pertanyaan yang mereka berikan kesaya , akan tetapi pasti mereka paham apa maksud kata-kata itu, atau dalam bahasa gaulnya anak muda Lampung pasti "ngecun" lah Hehe, Mereka tahu saya tidak lulus. Sedih, emosi dan lain-lain, Saya ngeluh sepanjang Hari di Hari pengumuman itu, karena kecewa terhadap diri saya kenapa saya bisa gagal, apa salah saya, kadang pengen nangis di pundak emak , dan berkata, mak anak mu ini gagal, maafin karena jadi anak belum bisa buat bangga keluarga.
Hari-hari saya terasa berat seperti menopang batu dipundak, namun tentunya langkah saya tidak boleh berhenti sampai di sini, saya sudah berprinsip saya harus kuliah di jawa, akhirnya saya mencoba tes kembali memalui jalur lain, saya mencoba tes umpkin, mandiri dan masih ada jalur lainnya, tapi dengan prinsip sedikit berbeda saya harus masuk kampus itu dengan jurusan apa aja asal masuk dan alhamdullah saya di terima di beberapa univ itu, dikota bandung dan surabaya , namun saya tidak jadi mengambilnya dan menyesali hal itu karena saya tidak mempertimbangkan matang-matang jurusan dengan minat dan kemampuan saya, sangat disayangkan, kenapa saya waktu itu melakukan hal yang begitu ceroboh itu, orang tua tidak mengizinkan karena jurusan yang saya keterima itu memang kurang saya minati, dan orang tua takut saya malah berhenti ditengah jalan jikalau di paksa jurusan yg saya tidak minati, saya menyesal tentunya , dan pasti sambat lagi, ngeluh ngeluh dan ngeluh. Sudah kedua kalinya saya merasakan patah hati dalam hidup saya, pertama gagal masuk Ptn dengan jurusan yg saya impikan, kedua masuk Ptn tapi gak sesuai minat dan bakat. Akhirnya saya mencoba untuk kembali bangkit, dan melupakan semua yang terjadi, saya mendaftar kembali dengan pertimbangan yang matang dengan memilih jurusan yang sesuai dengan minat bakat saya, karena saya lulusan bahasa, saya mencoba kembali mencari informasi jurusan ilmu komunikasi yang masih membuka pendaftaran, karena jurusan ini yang dari dulu saya incar, dan menurut orang tua saya cocok dengan minat bakat saya. Dan akhirnya saya diterima disalah satu kampus dikota Yogyakarta atau biasa di sebut kota pendidikan tepatnya di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dengan jurusan yang saya minati, sampai akhirnya saya menulis kisah ini, dan benar adanya, ternyata ketika kita kuliah dengan minat kita, semua terasa ringan dan tentunya enjoy dalam melakukan hal apapun. Dan saya bangga dengan berkuliah di kota ini karena kota inilah kota yang di incar banyak calon mahasiswa di seluruh indonesia, banyak kampus-kampus ternama dan berkualitas berasal dari kota ini.
Lalu poin utama dalam kisah ini, kita boleh berkali-kali gagal, mengeluh, sambat dan lainnya, tapi kita harus bisa bangkit dari hal terpuruk itu, ayo Bangkit guys bangkit, jangan jadikan kegagal, ngeluh, buat kita makin terpuruk, ubah pola fikir kita, jadikan kegagal itu sebagai jembatan untuk sukses kita, ngeluh boleh, tapi jangan berlarut-larut, sedikit-sedikit ngeluh, sedikit-sedikit ngeluh, gimana mau enjoy hidup kita, jangan minder jika kamu berbeda, jangan merasa kita dibawah terus, jangan liat kehebatan orang lain terus, tapi lihatlah kehebatan diri kita juga. Ketika orang lain sudah SUKSES, kita BELUM, mbok yaa SABAR, semua ada waktunya masing-masing.
Saya punya sedikit quote untuk pembaca, dan terkhususnya untuk diri penulis pribadi ("Jangan banding-bandingkan kehidupan anda dengan orang lain, anda punya kesempatan, waktu dan takdirnya masing-masing, yang terpenting anda sudah melakukan yang terbaik untuk hidup anda dan tidak pernah menyerah dalam berproses menuju kesuksesan, Jangan kecewa ketika diri anda merasa tertinggal dengan yang lain, tetaplah berjalan seperti biasanya karena anda masih bernafas, jangan sia-siakan waktu anda, karena dunia begitu kejam, dunia masih , dan akan tetap berjalan meski tanpa anda" -ilhamfjr).
Saya mengucapkan banyak terima kasih bagi pembaca, dan saya pun memohon maaf apa bila dalam penulisan ini masih banyak kurangnya, masih dalam proses belajar hehe. Pesan saya tetep semangat untuk kita semua, enjoy dalam kehidupannya, semoga kita menjadi orang yang sukses , dunia mau pun Akhirat, Aamiin🙏.
Salam hangat...
-Muhammad Ilham Fajri H


Tetep bercerita dan berkarya meski kemustahilan kemustahilan yang ada itu lah takdir dari sang Mahakuasa
BalasHapus