Apa sih Lampung?
Sebagian orang
berpendapat bahwa daerah ini terkenal seram, daerah ini banyak sekali terjadi
kriminalitasnya, Aman gak?? Nyaman gak?? orang bilang Lampung itu orangnya
selalu ngegas kalo ngomong, kami warga
lokal khususnya Lampung hanya bisa tersenyum melihat argumen atau stigma
masyarakat Indonesia khususnya untuk menggambarkan daerah Lampung, tak mengapa memang, karena orang melihat dari
beberapa faktor, seperti kriminalitas
yang terjadi di daerah tersebut. Oke sebelum membahas Lampung bla bla bla, saya Muhammad Ilham Fajri Husin putra dari
orang pribumi Lampung, saya terlahir dari pasangan yang seluk beluknya suku
Lampung, ibu saya berasal dari Lampung barat yang mana notebenenya bahasanya menggunakan
bahasa dialek api, dan bapak saya berasal dari Lampung timur dan notebenenya
menggunakan bahasa dielek Nyo, dari adat sampai bahasa pun cukup berbeda...oke
baik lah mungkin disini teman –teman masih
kebingungan, dan belum nyambung apa yang saya bicarakan, dan mungkin
teman-teman sempat bergumam didalam hati bahas apasih nih orang, Oke oke baiklah, agar tidak salah paham saya
jelaskan, Lampung apaan sih?? Lampung
adalah sebuah Provinsi di pulau sumatra, Provinsi ini merupakan Provinsi paling
awal jika dari pulau jawa, Provinsi ini disebut sebut gerbangnya sumatra, Provinsi
ini diambil dari kata atau dari suku asli atau pribumi yang mendiami daerah
tersebut yaitu suku Lampung sehingga bernama Lampung, Lampung merupakan daerah
tempat transmigran terbesar di Indonesia pada zaman penjajahan dahulu, sehingga
di dalam Provinsi ini banyak sekali transmigran transmigran yang berasal dari
berbagai pulau, adapun suku itu seperti suku Jawa, suku Banten, suku Sunda, suku
Bali, jadi tak heran jika Provinsi ini menjadi Provinsi yang multikultural
karena banyaknya budaya dari suku-suku yang masuk kedalam daerah ini bahkan
jika dilihat dari jumlah penduduk di Provinsi ini suku pribumi hanya 25% saja. Bahkan 25 % itupun masih dibagi lagi, kenapa bisa saya
katakan begitu karena suku Lampung itu memiliki dua sub adat kebudayaan yaitu saibatin
maupun pepadun kedua komponen ini sama-sama suku Lampung akan tetapi
pelaksanaan kebudayaannya yang sedikit berbeda dan bahasa pun cukup berbeda,
maka daripada itu Suku Lampung ini ada dua dialek dalam bahasa daerahnya yaitu dialek
A dan o atau dialek api atau nyo sudah saya katakan diawal tadi waktu
pengenalan diri saya. masih belum nyambung?? Oke oke saya jelaskan sedikit lagi
tentang apasih dialek itu, sedikit
saya beri tahu kepada teman-teman semua, bukan bermaksud menggurui ya, hanya
sedikit sharing-sharing santuy saja okeee, siapa tahu ada sebagian dari kita
belum mengetahui apa itu dielek, jadi dielek itu merupakan bagian dari suatu
bahasa, atau biasa dibilang varian suatu bahasa gitu, walau agak beda tapi masih satu bahasa.
Kurang lebih begitu, udah paham belum??
Saya kasih examplenya ya, jadi perbedaan ini mungkin bisa saya Sederhanakan seperti halnya suku Jawa ya, suku Jawa memiliki beberapa ciri khas yang berbeda-beda di setiap daerahnya Seperti halnya di daerah Banyumasan menggunakan bahasa Ngapak dan di Yogyakarta sampai Jawa Timur menggunakan bahasa Jawa yang agak berbeda-beda toh?? itu memiliki dialek ataupun kekhasannya masing-masing namun tetap memiliki hubungan tentunya dalam kebudayaan yaitu masih memegang erat kebudayaan Jawa begitupun juga di Lampung keduanya memiliki hubungan walaupun memiliki kebudayaan ataupun bahasa yang sedikit berbeda. Jadi intiya masih dalam satu rumpun bahasa gitulah ya Cuma beda logat gitu. Ngono poko e.
Contoh dialek A dan O dalam kehidupan sehari-hari ⇓
Saya mau makan ayam
A = nyak haga mengan manuk
O = nyak ago mengan manuk
Sedikit berbeda bukan? Contoh lagi kata ( duduk ) dalam dialek A artinya mejong, sedangkan dalam dialek O mejeng, kata ( kamu ) dalam dialek A yaitu niku sedangkan dalam dialek o yaitu Nikeu. Mungkin teman-teman akan sedikit bingung jika tidak mendengarkan pelafalannya secara langsung. Kemudian saya jelaskan sedikit perbedaan pelafalan dalam angka dalam dialek A dan O dibawah ini ⇓
Dialek
A = SAI, KHUA, TELU, PAK, LIMA, NAM,
PITU, WALU, SIWA, SEPULUH
Dialek O = SAI, WO, TIGO,PAK, LIMO, NEM, PITEU, WALEU, SIWO , SEPULUH
Kurang lebih begitu…. Baiklah, ettssss malah bahas panjang lebar ke bahasa dan dielek, nanti jika ingin bahas lebih dalam tentang kebudayaan, bahasa, marga dan lain-lainya tentang Lampung nanti bisa dibaca di artikel saya lainnya yaa, tunggu saja Okeeyy.
Kita balik ketopik, Lampung keras ya??? Kasar-kasar ya?? nggak aman yaaa?? BANYAK BEGAL YAA?? Haha itu pertanyaan yang familiar ditanyakan sebagian orang awam kepada saya, baiklah saya jelaskan rekanku semua, ngene- ngene… jadi kalau dibilang Lampung aman gak sih?? Saya bilang AMAN, kenapa?? Buktinya saya masih bisa hidup dimuka bumi ini ditanah Lampung dengan nyaman, trus ada yang bilang ya iyalah nyaman, orang anda suku Pribumi Lampung, etttt tunggu dulu, bentar yak bentar….. coba baca tulisan ini dari atas, pemikiranmu terlalu primitif nih, saya sudah katakan bahwa Lampung itu multikultur karena apa? Banyaknya pendatang yang ketanah Lampung, bahkan jumlah keseluruhan suku Lampung hanya 25% dari jumlah penduduk diProvinsi Lampung ini, so what?? kalian mau bilang Aing nyaman karena berdasarkan suku pribumi? Sek, sek yooo guys, Bukti lainnya teman-teman saya diLampung nyaman tuh, walau pun tidak bersuku Lampung, siklus pertemanan kami aman-aman saja tuh, ada yang suku jawa, bali, sunda, bahkan Palembang walau berbeda-beda kami masih bisa hidup nyaman diLampung, dan saya pun tidak pernah tuh membeda-bedakan kamu dari ini dari ini, walau saya orang Lampung. Trus kok DiLampung banyak kekerasan? banyak begal??? Kata siapa?? Dah pernah maen belum keLampung?? Sini makanya maen dulu ke Lampung, nanti kalian malah betah lagi disini karena ramahnya orang Lampung, dan malah gak pulang, orang Lampung sangat welcome terhadap pendatang, orang Lampung mudah bergaul, mudah nyaut klo diajak ngomong, bahkan gak berenti-berenti kalau sudah diajak ngobrol apalagi sambil ngopi santuyyyyy. Orang lampung Gak Bakal ngeganggu klo gak diganggu, tidak mengusik kalau tidak di usik, orang lampung sangat terbuka kepada pendatang, masih gak percaya? Udah jelas loh padahal buktinya, itu buktinya jumlah suku Lampung sendiri sangat sedikit di tanahnya aslinya? Kurang seberapa welcome coba, sampe-sampe mereka sendiri lebih sedikit jumlahnya dibanding pendatang? Orang Lampung sangat toleransi, sangat penghargai saudaranya, tamunya, coba deh sekali-sekali kalian bertamu di rumah orang lampung, sampe bejibun makanan dikeluarin, diajak sana sini lah, diajak nyeruit bareng, untuk yang belum tau apa itu Seruit, Seruit itu makanan khas dari Lampung.
Terus kok banyak kejahatan, banyak begal dan lain-lain?? Jadi gini guys, kalau pun ada itu hanya OKNUM saja, kita tidak bisa dong memandang sesusatu hal dari sebelah mata saja, hanya liat dari segi suku, daerah dan lain-lainnya, jika ada yang salah, salahkan lah oknumnya, toh banyak tuh kejahatan diluar saja yang lebih parah, di setiap daerah pasti ada tuh kejahatan, seperti pemalakan, bahkan pembegalan hanya saja mungkin beda penyebutannya ditiap daerah. Kita jadi manusia tentunya jangan punya pola fikir yang primitif, jika punya pemikiran seperti itu tidak akan maju, selalu berfikir negative dan selalu rasis. Paham sampai disini guys??
Jadi Faktor kenyaman hidup kita itu bukan dari suku apa dan dari daerah mana kamu berasal, tapi bagaiman kamu dapat menyesuikan diri kamu berada, yang terpenting itu kita dapat hidup rukun sebagai warga Negara ini, tidak membedakan ras, suku, warna kulit dan lainnya. jika masih berfikiran seperti itu mari kita ubah pola pikir kita, ingat Negara kesatuan Republik Indonesia ini terbentuk dari perbedaan tersebut maka dari itu semboyan Negara kita itu Bhineka tunggal Ika. Suku dan lainnya sebagai pengingat kita dan simbol dari mana kita berasal, yaitu Indonesia. Perbedaan membuat Indonesia berwarna, dan itu pula lah yang membuat kita bangga menjadi bagian dari Indonesia yang berbeda-beda tetapi tetap satu.
Mungkin pesan dari saya , mari kita jadi warga Negara yang baik, yang harus kita tanamkan di jiwa kita adalah persatuan dan nasionalisme kita, boleh saja memiliki sikap mencintai suku sendiri tetapi dengan porsi yang tepat, jangan menjadikan kita rasis terhadapat suku atau kebudayaan lain, dan mengejudge yang lain buruk, itu dapat menimbulkan perpecahan diantara kita, bahkan kalau bisa kita saling belajar kebudayaan daerah lainnya agar kita mendapatkan pengetahuan yang lebih luas, dan tentunya nantinya kita akan paham makna toleransi. #cinta suku boleh #tapi lebih cinta Indonesia, hilangkan pemikiran primitif kita, INGAT Guys Pedamaian itu INDAH.
Terima Kasih sudah membaca tulisan saya yang ini, Mohon Maaf Apabila masih banyak kekurangannya, Jangan lupa dan nantikan tulisan saya lainnya. J
Salam Hangat...
-Muhammad Ilham Fajri Husin



Makasih kaka ilmunyaa
BalasHapus