Akhir-akhir
beberapa bulan ini, banyak sekali masyarakat yang membahas tentang new normal? Apasih New
Normal itu? Sebuah tatanan baru tentang aspek kehidupan? Yang mana
sekarang jika ingin berpergian harus diatur,
jaga jarak?? Hmmm begitu kah? Lantas bagaimanakah dengan hatimu?? Sudah new
normal belum? Wkwk
Diera new
normal ini kita belajar, bahwanya kita harus tetap berjarak, tidak boleh
terlalu dekat, nanti kita terkena virus yang mengakibatkan kita sakit, hmmm
begitu juga hati nih yaaa?? Hati kita
juga harus menerapkan new normal, kita harus bisa menjaga jarak aman, dalam
artian tidak berkomunikasi tidak, gk gitu konsepnya bambang….. maksudnya dalam
masalah hati terutama dengan lawan jenis kudu memilah dan memilih dengan tepat,
dan menjaga jarak aman.
Kata –kata
new normal menjadi momok yang tersendiri
bagi sebagian masyarakat, apalagi
yang Gak ngerti dengan makna nya, sebenarnya new normal bukan untuk dikala
pandemik saja, akan tetapi juga menurut
saya, new normal harus diterapkan selalu dalam hidup kita, dari kita terlahir
di dunia, dari kita memasuki balita,
sampai sudah bangkotan, kita kudu bisa menjaga jarak aman kita sama siapa
aja.
hmm kenapa sih begitu? karena mungkin kata orang orang dunia ini adalah panggung sandiwa, makanya itu, kita kan tidak tahu isi hati seseorang, kadang kala hati orang itu baik kadang kala pula kebalik, makanya itu kita dalam hidup ini harus menerapkan konsep new normal, artinya boleh bersosialisasi dll, tapi jangan terlalu dekat dengan orang yang memang belum seberapa kenal dengan diri kita, kita harus benar-benar menyiapkan itu semua karna untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, karena dunia begitu fake, hanya orang yang berhati tegar yang dapat bertahan dihidup ini, hehe.
Oo iya Cuma
mau ngingetin nih wkwk, ingat jangan terlalu dekat, karna yang dekat belum
tentu rekat, kadang pula dia keparat, upss hehe, satu pesan ku jangan jadi
orang yang fake yaa, intinya selalu baik sama siapa aja, baik dengan niat, baik
dengan hati, okeeeyy.
#Fastabikulhairrat
#Salamsantuy
-Muhammad
Ilham Fajri Husin


0 komentar: